Saturday, 27 July 2019

Cerita seru selama 2 malam di Ubud, Bali

Ubud merupakan salah satu kota yang ada di Provinsi Bali dengan segudang aneka ragam wisata dan budaya. Banyak berita kalo berbicara tentang Bali diantaranya kota ubud menjadi rekomendasi tempat yang mesti banget untuk di kupas tuntas bila sedang ada di pulau dewata. Ubud dikenal dengan kota yang penuh turis dipusatnya dan terkesan mahal buat orang-orang Indonesia yang tinggal disini, tapi siapa kira di Ubud ada banyak keunikan yang bisa dilihat dari air terjun, kebun binatang, adat istiadat, pasar tradisional, hutan hujan tropis yang lebat, sawah terasering, kerajinan sampai cuaca disini lebih sejuk dari denpasar ibukotanya Bali.

(Gambar 1 : Pura Ulun Danu Batur)
Ubud tepatnya berada di Bali tengah yang bila ditempuh dari bandara I Gusti Ngurah Rai sekitar 40km atau sekitar 1 jam perjalanan dan 25km bila dari kota Denpasar. Ubud menjadi salah satu kota yang aku pilih untuk bermalam selain di kota Gianyar dan kota Denpasar selama melakukan trip Jogja-Bali.

Selama di Ubud aku menginap di satu hostel namanya Kayuni tepat 100m dari Ubud Market dan pusat kota Ubud. Pada waktu tinggal disana selama 2 malam dengan tipe kamar dorminitori, bukanlah saat musim liburan jadi rata-rata untuk para wisatawan lokal sangatlah jarang ditemui. Mayoritas disana adalah turis mancanegara dan benar sekali nih,saat di hostel kayuni hanya aku saja turis lokal dari 12 room, sisanya 11 room adalah orang asing semua.

(Gambar 2 : Lake View Resort)
Alasan kenapa memilih Ubud menjadi tempat pilihan bermalam karena lokasinya yang berada diatas peta Bali sehingga lebih berurutan bila melakukan eksplor setelah itu sedikit ke timur baru ke bawah (selatan). Selama di Ubud aku tidak banyak menggunakan kendaraan dikarenakan lokasi hostel yang sangat strategis sehingga cukup berjalan kaki untuk menyusuri kotanya dari pasar seni ubudnya, ubud market, berbagai tempat nongkrong yang harga selangit sampai minimarketpun hanya perlu jalan kaki, selain itu biar lebih dekat aja rasanya gan hehe.

Di ubud buat para backpakers Indonesia akan sedikit rasanya seperti diluar negeri men, biaya hidup yang tinggi buat kita ngak bisa terlalu lama disini bagiku 2 malampun itu sudah cukup. Selain rata-rata makanan yang harganya wisatawan luar juga lebih mengarah ke vegetarian. Namun bila kalian sedikit ingin lebih usaha pasti bisa kok nemu satu atau dua tempat makan murah di Ubud, aku kasih rekomendasi ada namanya Padang Sanak Food atau makanan padang yang saat itu jadi penyelamat malam terakhirku di Ubud sebelum pindah ke Gianyar.
Gambar 3 : Kopi Desa
Trip selama di Ubud aku pergi ke berbagai tempat di hari pertama aku fokus keliling ubud di hari kedua barulah pergi ke Kintamani yang mengarah ke utara lebih dekat dibanding dari Denpasar. Selama di Ubud tempat yang aku datangi adalah bukit campuhan, kopi desa, ubud traditional market. Setelah itu besoknya saat ke kintamani menyempatkan diri melihat Lake View Gunung Batur, Danau Batur, Pura Ulun Danu Batur, Kebun Jeruk Kintamani dan Tegalalang.

Pesona dari Bali tengah dan utara sangat berkelas kalo aku bisa katakan, keramahan warganya selalu menjadi pengingat selama ada disana. Masyarakatnya juga sangat masih memegang adat istiadat dan tradisi leluhur sehingga membuat kesan ragam itu semakin nyata dari bagian Indonesia. Serunya agar lebih berkesan keliling trip Bali pakailah sepeda motor atau jalan kaki saja jika masih terjangkau, nuansanya lebih asik men Hahha.

Gambar 4 : Tegalalang
Bila mamen semua tertarik untuk berlibur di pulau Dewata Bali, datanglah ke kota Ubud. Tak ada salahnya supaya melengkapi destinasi wisata perjalanan kalian selama berada di Provinsi yang sudah terkenal mendunia.

Kuy kemas barang kalian, berangkat sekarang.
See y, Cheers!.

Monday, 22 July 2019

Heningnya Laut Bekah di Gunungkidul Jogja


Berbicara tentang Jogja memang selalu takkan ada habisnya temans, layak dinobatkan sebagai salah satu surganya Indonesia. Dilengkapi dengan berbagai pilihan yang semuanya memiliki daya tarik masing-masing dari satu tempat dengan lokasi lainnya. Kata Istimewa tak bisa dipungkiri kebenarannya, setiap sudut wilayah di sekitar DIY menyimpan potensi yang setiap tahunnya semakin berkembang dan meluas dimanfaatkan untuk meningkatkan taraf hidup warga masyarakat disana. Namun bukan hanya keindahan nih gan, kota Jogja juga sesungguhnya menyimpan banyak misteri..upss bukan mistik lohhh tapi rentan akan terkena bencana alam. Disisi utara kota Jogja diselimuti oleh gunung Merapi yang terus aktif hingga detik ini sedangkan disisi selatan kota Jogja terdapat lempeng bumi Indonesia Australia dan samudra hindia yang sewaktu-waktu mungkin saja terjadi gelombang tinggi, gempa bahkan tsunami temans. Nahhh, kali ini aku bakal informasikan satu destinasi wisata yang masih belum naik daun di kota Jogja, pastinya cocok buat kamu yang mencari tempat wisata masih dalam keadaan sepi dan jarang dikunjungi orang-orang umumnya.

Spot wisata ini dikenal "Laut Bekah" posisinya yang masuk jauh kedalam hutan dan perkebunan warga sampai di ujungnya selatan pulau Jawa tentu memberikan nuansa sedikit menegangkan juga sensasi adrenalin meningkat bagi kamu yang ingin pergi kesana. Kalo kalian memulai perjalanan dari kota Jogja berjarak sekitar 50 km durasi 1 jam 30 menit, laut bekah merupakan tebing tinggi tanpa pantai seperti mininya uluwatu di Bali lohhh gan, batuan cadas. laut biru, ekstremnya jalan inilah yang mungkin membedakan sehingga sedikit masihnya wisatawan bermain kesini. Pertama kalinya kesini langsung dibuat takjub karena pesonanya yang langsung perbatasan laut dan daratan di temani sunset kemerahan membawa kesan manis kaya kue gituuu.

Sayangnya nih butuh perjuangan banget untuk bisa sampai kesini, bila dari jalan raya kalian berkendara dengan roda 2 ataupun roda 4 perlu masuk kedalam desa yang terus mengarah ke selatan semakin dalam perjalanan semakin sepi dan sunyi pula, kurang lebih sekitar 5 km lagi baru sampai di laut bekah. Untuk koneksi internet disini sangat sulit kadang hilang-hilang timbul, jadi semisal ada keraguan mengenai jalan ada baiknya langsung tanya ke warga sekitar. Menjelang 2 km sampai di lokasi jalan mulai tidak rata, tanah yang hanya dilapisi batu-batu kars tajam sangat beresiko sebenarnya buat kendaraan, kadang sedih juga sih gan lihat motornya...demi keamanan teman yang dibonceng lebih baik jalan kaki supaya beban motor sedikit lebih berkurang. Secara keseluruhan perjuangan untuk sampai ke laut bekah dan pemandangan juga suasana dirasa terbayarkan tuntas.

Tips dari ane nih gan buat kalian yang main kesini lebih safety dan pesiapkan kondisi kendaraan dalam keadaan baik karena sangat jarang sekali bengkel maupun tempat pengisian bahan bakar kendaraan, selain itu pula bawalah minuman maupun makanan bila ingin ke laut bekah disebabkan tidak ada warung lohhh kebayangkan sepinya, jangan sampai karena capek minum air keran wkwk. Tetap waspada dan hati-hati bila ingin berfoto disekitar tebing, jaga kebersihan dan perilaku juga ya jangan aneh-aneh Hahaha. Tidak ada pungutan biaya masuk sewaktu gua kesana, dari bekas-bekasnya tempat ini juga dijadikan lahan camping karena kalo dilihat-lihat ada sedikit bagian yang begitu strategis mendirikan tenda..bolehlah dicoba buat kamu yang senang berkemah ditepi pantai atau digunung sekarang diatas tebing biar jadi lengkap objek kemah kalian selama traveling. Uniknya tempat ini juga dijadikan buat mancing gan, dapatnya bisa lobster bisa ikan Hahaha.

Alamat : Desa Giripurwo, Purwosari, Gunungkidul

Kuy kemas barang kalian, agendakan sekarang!
See y, cheers!
Thank Yoe.

Tuesday, 16 July 2019

Eksotisme Air Terjun Kanto Lampo di Gianyar, Bali

Hello my friends, sekian hari ya belum ada meriliskan cerita berbagi kisah perjalanan ke tempat-tempat baru yang seru akhirnya detik ini aku kembali membawa kabar baru tentang salah satu destinasi wisata di Gianyar, Bali. Perlu sekali bagi kamu yang suka main air dan berpergian memasukkan list objek satu ini, biar kalian semua gak penasaran cusss lah langsung terjun ke beritanya haha.

Destinasi wisata ini dikenal dengan  nama Air terjun Kanto Lampo atau Kanto Lampo Waterfall, berada di desa Beng, Kec. Gianyar, Kab. Gianyar, Provinsi Bali. Bila dari pusat kota Gianyar yaitu alun-alun lapangan astina tidaklah begitu jauh, hanya 2 km saja kita sudah bisa sampai di pintu masuk wisata. Perjalanan ke air terjun kanto lampo aku lakukan pada tanggal 21 Juni 2019 sekitar jam 16:00 WITA setelah main-main ke stadion kapten I Wayan Dipta markasnya Bali United. Sesampainya di depan gerbang pintu masuk, bergegas memarkirkan kendaraan lalu berjalan 200 m untuk sampai ke air terjunnya. Saat itu sudah terlalu sore tapi masih ada beberapa wisatawan luar negeri yang berkunjung, sayang sekali aku adalah orang dalam negeri sendiri karena musim liburan telah usai jadi rasanya coba teman-teman bayangkan saja.

Tiket masuk ke objek wisata ini untuk wisatawan dalam negeri Rp.15.000 kalo untuk turis luar negeri mohon maaf nih temans aku tidak tanya kemarin sama yang jaga di pos retribusi. Kabarnya air terjun ini juga baru viral beberapa tahun terakhir 2-3 tahun belakangan sih infonya. Tingginya tidaklah begitu mengerikan juga berkisar 15 meteran saja loh, namun uniknya adalah cipratan air yang jatuhnya kemana-mana jadi basah-basah gimana gitukan. Untuk mendapatkan foto terbaikpun sedikit penuh perjuangan teman, kamu harus basah-basah berenang ke tengah spot fotonya karena bila dari samping pencahayaannya tidaklah begitu bagus apalagi buat handphone jadul seperti punyaku HaHa.

Tempat ini memang menyuguhkan pesona berbeda, siapa yang mengira tak jauh dari pusat kota ada air terjun, tentu ini memberikan manfaat baik untuk perekonomian warga setempat. Selain itu pula semak-semak yang ditepi jalan setapak memberikan kesan rimbun ditambah lebatnya hutan tropis sekelilingnya menambah kesejukan dan pikiran jauh lebih senang. Khas dengan bebatuan membuat para wisawatan perlu sedikit waspada, percikan air terus menerus membuat batu basah dan licin jadi jangan sampai kepleset temans. Datanglah sebisa mungkin di hari-hari biasa agar nikmatnya basah-basah lebih dirasakan, masuknya musim liburan atau weekend akan membuat tempat ini dipenuhi oleh wisatawan lokal, nusantara maupun mancanegara.

Akses ke air terjun ini sangatlah mudah, sepeda motor atau mobil tinggal mengikuti petunjuk arah yang sudah disediakan. Nah, diakhir kenapa air terjun ini dinamakan "Kanto Lampo" temans ? ceritanya disekitar air terjun ditumbuhi oleh buah cukup langka namanya kanto lampo buah dengan warna bisa berubah-ubah dari warna kuning ke hijau dan saat mau dimasakpun akan berubah kemerahan. Unik bangetkan tuh, oleh sebab itu air terjun ini dinamakan air terjun kanto lampo.

Fasilitas :
- Parkiran
- Toilet
- Warung Makan
- Spot Foto
- Jam Buka 08:00 - 18:00 WITA


Sudah siap pergi? kuyyy kemas barang-barang sekarang, berangkatttt.

See y, cheers!
Thank u.

Wednesday, 10 July 2019

Stonehenge Yogyakarta, Merapi Kembali Tersenyum


Hello my friends, aku kembali hadir dengan ulasan cerita singkat berwisata ke salah satu kawasan di merapi, sleman yang akhir -akhir ini mulai ramai dikunjungi oleh wisatawan baik dari dalam ataupun luar negeri. Bermula dari temuan di sebuah akun instagram yang mempublikasikan tempat ini, seakan berada bukan di Indonesia lohhh Hahaha. Bagi sekalangan orang berwisata terkadang sedikit menyusahkan karena perlu persiapan yang matang, tapi lain halnya bila ingin ke tempat ini kawans. Tak jauh dari kota Jogja, dikenal dengan nama " Stonehenge Merapi Yogyakarta".

Stonehenge umumnya merupakan sebuah bangunan dari batu berdiri yang ada di Wiltshire, Inggris sejak zaman perunggu dan neolitikum. Bangunan ini juga terhitung sebagai salah satu situs warisan dunia yang perlu dirawat dan dilindungi karena bentuknya yang tak biasa. Ehhh siapa kira nih kawans, ternyata di Indonesia juga ada lohhh. Tepatnya di daerah Dusun Petung, Trutan, Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Wisata ini masih terbilang baru diresmikan pada tahun 2016 yang memang sengaja rasanya dibentuk batu berdiri agar lebih menarik para pengunjung kesini nih kawans. Bila dari pusat Jogja berjarak sekitar 25km dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam.

Stonehenge selain ada di Inggris ternyata juga ada di Australia, jadi Ada 3 nih sekarang HAHAHA, tinggal pilih aja kawans semua ingin pergi kemana.Untuk yang ada di Merapi Jogja batuan stonehenge bukanlah berasal dari batuan zaman purba melainkan letusan gunung merapi yang sempat terjadi pada tahun 2010 lalu. Meskipun menyisahkan duka yang mendalam pada saat itu, namun kawasan merapi saat ini mulai kembali bangkit dan tersenyum dengan berbagai pesona yang ditawarkan kepada wisatawan demi menopang ekonomi masyarakat sekitar.

Jam buka Stonehenge Merapi Yogyakarta : 07:00 WIB - 17:30 WIB
Harga tiket masuk : Rp.15.000/org
Fasilitas : Lahan parkir luas, Toilet dan Spot Foto
Persiapan : Pakailah pakaian yang nyaman dan alas kaki karena batuannya sakit kawans hahha.
Rute termudah bisa melalui jl. Kaliurang -- lalu Pakem -- Kaliadem.

Thank you yang sudah setia membaca dari awal sampai selesai.
See y, Cheers!

Saturday, 29 June 2019

MOTORAN SENDIRI Trip Gila JOGJA - BALI, Pulau Dewata PERFECT!

(Foto : Di Kintamani, Bali, Indonesia)

Hello, Whatsapp My Friend! Salam hormat buat teman-teman semua yang saya anggap hidupnya penuh warna dan semoga tetap bahagia sampai akhir ya. Terlebih buat yang nungguin sharing dan cerita tentang perjalanan selama trip dari satu tempat ke tempat lain yang kadang mungkin juga sedikit memberikan semangat untuk bisa kesana, sudah lama juga rasanya tidak menuliskan sesuatu hehe. Apalagi yang sedang membaca tulisanku saat ini, penasaran bagaimana sebenarnya perjalanan touring jauh seorang diri dengan mengendarai sepeda motor. Yupsss Trip Gila Jogja - Bali motoran sendiri ini aku menyebutnya. So, buat yang penasaran dan ingin tau bagaimana yang terjadi selama perjalanan kuylah di simak sampai akhir. Siapa tau memberikan informasi yang belum diketahui sebelumnyakan. Jangan berlama-lama lagi, cusss lah cuy.

Trip Gila Jogja - Bali dengan motoran sendiri sudah aku susun rencananya sejak 3 minggu kurang lebih sebelum keberangkatan. Selama itu segala macam informasi tentang Jogja ke Bali aku berusaha mencari tau bagaimana bisa sampai kesana dan situasi terkini yang ada. Perjalanannyapun mengalami pengunduran dari yang rencananya 10 Juni 2019 terpaksa aku undur menjadi 17 Juni 2019 karena masih berdekatan dengan selesainya libur lebaran saat itu sedangkan pergi jauh yang menyenangkan itu bukanlah ketika musim libur tiba, ini menurut personal aku saja ya cuy. Selama menjelang seminggu keberangkatan aku sudah menyusun jadwal perjalanan, beberapa teman yang bisa kasih tempat nginap dan meet up karna sudah lama gak ketemu juga. Beli perlengkapan yang diperlukan selain itu servis motor yang digunakan juga tak kalah penting selain membooking penginapan murah hahaha. Tujuan ke Bali utamanya aku kesana adalah pengen nonton langsung klub sepakbola Bali United langsung di Stadion I wayan Dipta Gianyar dan mengapresiasi diri yang mengalami pertambahan usia pada 23 Juni lalu cuy, keren gak tuh.. HAHAHA.

Selama Trip Jogja - Bali aku menghabiskan 10 hari perjalanan dengan pembagian waktu Jogja - Mojokerto (1 malam), Mojokerto - Banyuwangi (1 malam), Banyuwangi - Bali. Di Bali menghabiskan waktu 8 hari 7 malam lalu meneruskan pulang ke Jogja. Selama diperjalanan Jogja - Bali sangat membuka mata saya bahwa tidak semenyeramkan apa yang sebelumnya dipikirkan dan orang-orang katakan. Setelah melalui perjalanan panjang ini aku memiliki perspektif yang semakin berbeda dengan sebelumnya, lebih terbuka dan tak terlalu mudah putus asa.
Ketika melakukan perjalanan Jogja - Bali kalian akan melewati 16 kabupaten kota, dari Klaten, Surakarta, Sragen yang masih termasuk provinsi Jawa Tengah, lalu masuk ke Jawa Timur diawali Kabupaten Ngawi, Madiun, Nganjuk, Jombang, Mojokerto, Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Banyuwangi. Kemudian ketika sampai di pulau Bali kalian akan melewati Kabupaten Jembrana, Tabanan, Badung sebelum sampai ke kota Denpasar. Sepanjang perjalanan yang dilalui untuk kondisi jalan sudah lumayan bagus dan beraspal. Hanya saja ketika memasuki kabupaten Ngawi, Madiun, Nganjuk lumayan bergelombang membuat kewaspadaan pengemudi perlu ditingkatkan. Setelah sampai di Pasuruan hingga Banyuwangi jalan sudah bagus sekali, dan ketika melewati pasuruan dan probolinggo akan sedikit padat. Namun yang tetap perlu diperhatikan bahwa kendaraan harus tetap dalam keadaan baik karena untuk bengkel tidaklah begitu banyak dan tentu bila terjadi sesuatu akan menambah lama waktu tempuh. Selain itu mengingat jalur yang dilalui adalah jalur utama lintas penghubung antar kota antar provinsi banyak sekali Bus, Truk, Mobil yang sangat laju dan terkadang menyalip kendaraan dari lajur berlawanan secara full membuat kendaraan lain harus lebih menahan diri dan mengalah agar keselamatan tetap dinomor satukan. Perlu bagi kalian yang ingin trip jauh membawa kendaraan sendiri dalam keadaan sehat dan memahami rambu-rambu lalu lintas. Jogja - Bali juga akan melewati 3 hutan yang cukup panjang yakni perbatasan Gendingan dengan Ngawi kalian akan melewati hutan yang lumayan jauh lalu jalur hutan baluran yang ada diperbatasan di Situbondo ke Banyuwangi dan Hutan Taman Nasional Bali Barat, sepanjang jalur ini tidak banyak SPBU maka dari itu penting buat kalian mengisi full terlebih dulu isi tengki kendaraan pribadi yang digunakan, kalo habis disana bisa ribet bro ngewriii lah ahahaha.

Lama waktu tempuh Jogja - Banyuwangi normal bila berkendara sepeda motor kurang lebih sekitar 15 jam sampai 16 jam sudah termasuk dengan istirahat sekitar 15 menit sebanyak 2-4 kali. Ada bagusnya bila berkendara tidak lebih dari 4 jam untuk tetap menjaga stamina dan kesehatan teman-teman, jangan terlalu memaksakan sesuatu meskipun itu masih dirasa mampu serta hindari berkendara dimalam hari bagi kalian yang baru pertama melalui jalan lintas tersebut untuk menghindari tindak kriminal atau kesasar nih. Perjalanan Trip Jogja - Bali aku menggunakan sepeda motor honda Vario Techno 125 CBS ISS yang aku beri nama "Pedro" karena gesitnya menurutkan layaknya Pedro Rodriguez pemain sepakbola berkebangsaan Spanyol yang saat ini bermain di klub Chelsea FC, London, Inggris HAHAHa. Untuk bensin atau bahan bakar yang digunakan aku utama memakai pertamax karena lebih baik tentunya untuk mesin motor dan tarikannya lebih ngacor wkwk. Pertamax yang dihabiskan untuk pergi dari kota Jogja sampai Ke Denpasar Bali adalah Rp.150.000 dengan 5 - 6 kali perhentian di SPBU. Sehingga kalo ditotal pulang diperlukan setidaknya budget Rp.300.000. Ini baru bensin lohhh cuy, belum penginapan, penyebrangan, uang jalan makan minum, masuk wisata, biaya tak terduga lainnya.

Bila dari pulau Jawa kalian ingin menyebrang ke pulau Bali, pelabuhan yang ada di Ketapang, Banyuwangilah jalannya. Selama kurang lebih 1 jam kalian akan menyebrang menggunakan kapal ferri yang berangkat setiap jamnya jadi kalian gak perlu begitu cemas ketinggalan kapal. Sekali keberangkatan kemarin aku membayar Rp.24.000 sudah dihitung sama orangnya, ditotal dengan pulangnya dari pelabuhan gilimanuk menjadi Rp.48.000. Owhh ya perlu diketahui bahwa sekarang penyebrangan Ketapang - Gilimanuk sudah tidak membayar tunai cuy, semua sudah diberlakukan non tunai jadi persiapkan kartu belanja online kalian ya, jika tak punya pihak pelabuhan menyediakan kartu sekitar Rp.25.000 lalu diisi saldo 24.000 total sekitar Rp.50.000 lumayan jugakan bedanya cuy. Penting persiapan yang benar benar baik dan matang bagi kalian yang ingin melakukan trip jauh apalagi yang menyebrang, lengkapi surat surat dari identitas diri sampai kelengkapan kendaraan jangan sampai kalian diusir sama pak Polisi yang jaga disana Hahahha.

(Foto : Ditengah Selat Bali)

Adapun tarif penyebrangan pelabuhan Ketapang - pelabuhan Gilimanuk ataupun sebaliknya ditahun 2019 adalah :
- Penjalan Kaki = Rp.6.500
- Golongan 1 Sepeda = Rp.7.500
- Golongan 2 Sepeda motor roda dua = Rp.24.000
- Golongan 3 Sepeda motor roda tiga = Rp.37.500
- Golongan IV A Kendaraan kecil atau mobil pribadi = Rp.159.000
- Golongan IV B Mobil barang = Rp.141.000
- Golongan V A Bis sedang = Rp.302.000
- Golongan V B Truck sedang = Rp.242.000
- Golongan VI A Bus besar = Rp.495.000
- Goongan VI B Truck besar = Rp.395.000

Sekian dulu nih cuy udah panjang banget untuk berbagi kisah seru selama Trip Gila Jogja - Bali Motoran Sendirian pulakan, sampai jumpa di postingan berikutnya ya temans.
Thank you.
Cheers!


Wednesday, 6 February 2019

Realita Kehidupan Di Desa Kuala Enok, Riau, Indonesia


Hallooo teman-teman semua penikmat semesta, sudah kian lama tidak mengupdate bagaimana tentang pesona wisata dan tempat-tempat menarik lainnya ya. Nah kali ini cukup berbeda, aku berkesempatan untuk berbagi cerita tentang salah satu desa dikawasan kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Berkesempatan bisa menginjakkan kaki kembali di tanah ini tanah dimana menghabiskan masa masa kecil sewaktu dulu.

Pada tulisan yang bertajuk “Realita Kehidupan Di Desa Kuala Enok” akan menggambarkan bagaimana sebenarnya keadaan terjadi di desa ini dan solusi apa yang sebenarnya bisa dihadirkan untuk mengatasi gejolak perubahan ditengah modernisasi daerah lain berlomba-lomba untuk menjadi daya tarik kunjungan yang unik.


Jika dilihat seyogyanya semakin maju dan berkembang suatu peradaban, maka negara didalamnya di tuntut untuk mampu mengikuti perkembangan yang ada. Namun berbeda halnya bila kita ingin melihat ingin lebih dalam lagi, masih banyak lagi daerah daerah pelosok yang butuh penanganan dan juga perhatian dari pemerintah. Contohnya seperti di desa satu ini, namanya Desa Kuala Enok berada di hilir timur pulau Sumatra, tepatnya di kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau.

Desa Kuala Enok merupakan 1 dari 10 desa yang tergabung dalam kecamatan Tanah merah dengan jumlah penduduk diatas 4.000 jiwa. Berada persis ditepi sungai yang menjorok ke laut lepas dan bersebelahan langsung pula dengan desa Tanah Merah membuat desa ini sebenarnya menjadi pusat pemerintahan untuk desa desa yang berada di kecamatan Tanah Merah. Tahun berganti tahun bukan perubahan yang semakin baik, namun selalu ada keterhambatan yang dirasakan bahkan mungkin kemunduran. Bila kita hanya melihat dari luar saja tanpa menginjakkan kaki tidak akan dapat merasakan apa yang sebenarnya dialami, maka itu dari kegelisahan dan keresahan timbullah pertanyaan sebenarnya para pemimpin daerah, pejabat dipemerintahan penuh perhatian dan sungguh sungguh kah membangun desa di negeri tercinta ini?

Setidaknya ada empat masalah penting yang ingin aku angkat dan berbagi keluh kesah tentang desa ini, pertama terkait tentang sampah. Di Desa ini sampah begitu tidak terurus, tidak terkendali, berserakan dan dibuang kemana saja, akibatnya apa? Desa ini menjadi salah satu pemasok sampah terbanyak di lautan. Siapa yang salah? Tidak tidak disini bukan saling menyalahkan, pemerintah dan masyarakat harus bersinergi untuk persoalan ini. Percayalah ketika kamu memiliki sampah yang banyak dan membuangnya ke sungai dan sampai ke laut sebenarnya mungkin kamu merasa masalah kamu sudah selesai untuk saat itu, tapi dilain sisi malah menimbulkan masalah lain yang ujungnya berimbas pada kehidupan kita bersama. Misal contoh konkretnya adalah ketika membuang sampah ke laut, menjadikan air tercemar efek yang timbul adalah sulitnya mendapatkan ikan bila dari sebagian kamu yang membaca adalah seorang nelayan atau pemancing akan merasakannya. Selain itu merusak kehidupan biota laut yang ada dan ekosistem didalamnya.

Kedua adalah masalah kontur jalan yang rendah dan mudah tergenang air pasang, seringkali dilakukan proyek pengaspalan yang tidak tepat sasaran dan kurang perhitungan serta jeleknya pengerjaan. Akibatnya apa? Jalan yang baru saja dilakukan semenisasi atau pengaspalan menjadi cepat rusak dan tidak tahan lama yang ada rugi. Kondisi jalan akhirnya berlubang dan tentu sebenarnya berbahaya bagi pengguna jalan, juga mengganggu kenyamanan saat berkendara. Ketiga adalah masalah longsor, mengapa ini begitu penting? Karna setiap tahun pasti akan ada tanah longsor yang terjadi dibibir sungai akibat abrasi air laut yang semakin kencang. Disayangkan banyak berdiri rumah-rumah warga di sekitarnya, tentu ini menambah beban tanah untuk menopang rumah dan bila buruknya tinggal menunggu waktu saja diantaranya akan longsor dan terbawa air laut yang deras. Apalagi disayangkan semakin berkurangnya tanaman atau pohon di bibir sungai terutama pohon bakau yang semakin hari semakin berkurang jumlahnya, padahal kita ketahui bersama pohon bakau dan pohon lainnya yang berada ditepian sungai sangat besar sekali manfaatnya.

Yang terakhir adalah rendahnya produktivas masyarakat desa dan kesadaran untuk membangun desa. Sangat disayangkan rasanya ketika daerah lain berlomba-lomba untuk terkenal dan memiliki daya tarik agar wisatawan bisa berkunjung ke tempat mereka, namun berbeda dengan desa kuala enok dan desa tanah merah ini yang dirasakan makin terbelakang. Padahal bila kita ingin melihat detail desa ini memiliki potensi wisata dan pengembangan kreativitas masyarakat lokal guna menambah lapangan kerja dan menambah pendapatan finansial daerah dan warga itu sendiri. Karena kurangnya prasarana, sarana atau infrastruktur yang memadai menjadikan desa ini semakin terbelakang. Aku menyebut kalimat tersebut didasari tidak atau belum ada niatnya berubah dari yang biasanya pengguna, penikmat dan pekerja ujungnya uang. Kenapa tidak mulai berpikir lebih maju untuk membuat sesuatu mengelola sesuatu yang dapat di banggakan, bisa jadi khas kerajinan desa dan tentu pendapatan yang signifikan tanpa harus bersusah-susah lagi kerja keluar masuk hutan maupun buruh lepas.

Pemaparan masalah-masalah diatas merupakan masalah terpenting yang saat ini dilihat dan dirasakan sebagai masyarakat. Ada beberapa hal dari pemikiran yang coba aku sajikan di kesempatan kali ini, mungkin dapat dipertimbangkan, diterapkan dan mengajak mulai berbenah untuk kemajuan desa yang lebih baik. Saling sinergi antara semangat pemerintah dengan masyarakat menjadi faktor utama kemajuan suatu daerah, berat memang bila dipikir merubah sekaligus tapi apa salahnya bila dimulai dari beberapa kelompok masyarakat lebih dahulu yang jika berhasil dapat dijadikan pedoman atau contoh kebaikan untuk ditiru. Selain itu pengembangan lain yang dapat mulai dilakukan adalah dari pengembangan ekowisata, membuat pusat kota seperti alun-alun, mengembangkan budidaya perikanan, membuat ekonomi kreatif, tanggap dan siaga peduli lingkungan, pembenahan prasarana dan sarana atau infrastruktur, melakukan pemberdayaan masyarakat (ada pelatihan dan pengembangan SDM), merawat fasilitas publik bersama, dan menyediakan lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) agar semua masyarakat tidak bingung harus membuang sampah kemana, sehingga yang sebelumnya membuat sembarangan warga jadi lebih paham bahaya lingkungan yang akan ditimbulkan. Dari hal-hal semacam inilah dirasa bila mulai digerakkan dengan baik akan sangat berdampak positif dan besar sekali manfaatnya bagi desa ini.

(Moda Transportasi Laut Menjadi Trasportasi Utama)


(Segelas Teh Telur dan Sepiring Roti Bakar)

Terimakasih banyak untuk pembaca setia yang sungguh baik membagi waktunya membaca artikel ini, semoga ada harapan baru dikemudian hari untuk kemajuan desa ini.

Salam hangat Addict Trip!

See y, Cheers!

Monday, 18 June 2018

TUNTAS SUDAH PENDAKIAN KE PUNCAK GUNUNG MERBABU 3142MDPL | Via Selo Lama, Boyolali

Hellooo Buddiesss, semua teman-teman penikmat alam yang aku segani dan hormatiii wakwkawawk. Ngimana nih udah siap ngak dengan ceritaku lagi yang berikutnya, kali ini aku kembali dengan cerita seru dan menarik pastinya untuk disimak dari awal sampai akhir buat kalian semua. Kurang baik apa cobakan. Yokkk lanjut sekarang aku mau berbagi cerita tentang pendakianku ke puncak Gunung Merbabu, Semarang, Boyolali, Magelang (Jawa Tengah), Indonesia.
Sabar sabar kalian jangan kesal dululah, aku harus kasih tau awalnya biar jelas, paham dan mudah dicernaaa eh di mengerti maksudnya.


Cusss lanjut ya, cerita dimulai dari Basecamp ya? Iya kakak lanjut kakakku. Nah aku mulainya parkir kendaraan yang aku bawa yakni sepeda motor di Basecampnya Pak Parman, kalo kesana via selo lama tinggal sebut aja pak bu mas mbak dek mau nanya? iya mau nanya apa? Basecamp Pak Parman yang mana ya? oh itu yang sebelah kanan atas dikit. Pokoknya sebut aja Basecamp Pak Parman pasti udah tau orang disana karna udah sangat terkenal juga sih yaaaa.

Setelah aku parkir kendaraan di Basecamp Pak Parman, aku dan temanku kami berdua melakukan pendakiannya dengan mulai mengecek kembali setiap perlengkapan yang akan kami bawa ke atas apakah sudah dirasa cukup dan kuat dibawa mendaki barulah kami berjalan ke pos retribusi. Di pos retribusi kalian harus membayar biaya masuk dan jaminan asuransi sebesar Rp.17.500,00 serta juga mengisi identitas di buku data untuk setiap pendaki yang akan masuk kedalam kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu.

Jangan tegang dulu nih ceritanya belum mulai lohhh, bawa makan minum bentar juga boleh. Cusss lanjutkan ya, kalian gak perlu takut untuk mendaki via selo lama karena track atau jalur pendakiannya sudah sangat jelas sekali yang penting tetap dalam niat positif bukan untuk merusak yaaa. Ketika disana sebelum ceritanya berlanjut aku minta kepada semua untuk tetap menjaga lingkungan sekitar dengan tidak meninggalkan sampah dan membuangnya sembarangan. Oke kalo udah disimak aku lanjut lagi yang di awali dari gerbang pintu masuknya.

PINTU MASUK POS RETRIBUSI - POS BAYANGAN 1 (DOK JARAKAN) 60 Menit

Dari pintu masuk kalian akan berjalan menuju pos bayangan 1 yang disebut Dok Jarakan, jalan pendakian masih terbilang landai dan lebar jadi kalian gak perlu takut kesasar. Untuk vegetasinya kalian akan berada di semi tertutup sepanjang jalan rerimbunnya hutan dan cahaya yang menembus selah-selah pepohonan akan bisa kalian rasakan. Dalam kondisi normal pendakian bisa sampai ke pos bayangan 1 ini menemupuh waktu sekitar 60 menit.

POS BAYANGAN 1 (DOK JARAKAN) - POS 1 (DOK MALANG, 2189 MDPL) | 30 Menit

Dari pos bayangan 1 menuju pos 1 yang disebut Dok Malang, hutannya semakin rimbun dan vegetasi semakin rapat. Jalurnya masih bisa begitu jelas untuk diikuti, disini ada jalur atas dan jalur bawah bila kalian ambil jalur atas akan lebih menanjak sedangkan jalur bawah akan lebih landai. tinggal pilih aja sih pengennya yang mana, sanggupnya yang mana. Normalnya untuk sampai ke pos 1 dari pos bayangan 1 membutuhkan waktu 25-30 menit.

POS 1 (DOK MALANG) - POS KOTA SIMPANG MACAN, 2270 MDPL | 40 Menit

Kemudian dari pos 1 kalian akan bergerak menuju Pos Kota Simpang Macan yang ditempuh kurang lebih 40 menit. Situasi diperjalanan hampir sama ketika berjalan dari pos bayangan 1 ke pos 1 Dok Malang. Vegetasi tertutup dan rerimbunya pohon disekitar track membuat lebih hening. Kalo udah sampai sini jangan patah semangat ya jangan kasih kendor pokoknya.

POS KOTA SIMPANG MACAN - POS 2 (PANDEAN, 2142 MDPL) | 50 Menit

Selepas Pos Kota Simpang Macan kalian akan lanjut mendaki ke pos 2 yang disebut Pos Pandean. Perjalanan sampai ke pos 2 sekitar 50 menit, di tengah perjalanan akan ada segerombolan monyet yang sesekali turun ke jalur pendakian jadi tetap waspada nih, lalu selepas itu kalian akan melewati tikungan tajam yang curam turun naik berupa tanah padat. Vegetasi mulai terbuka hingga sampai ke pos 2, disini ada seperti gazebo cukup besar yang bisa kalian gunakan untuk beristirahat.

POS 2 (PANDEAN) - POS 3 (BATU TULIS, 2593 MDPL) | 35 Menit

Pos 3 (Batu Tulis)

Pendakian kemudian berlanjut ke pos 3, disini jalur pendakian mulai semakin berat dan terjal ditambah vegetasi yang terbuka membuat semakin terkurasnya tenaga. Tanah padat dan berdebu juga menjadi awal tantangan untuk sampai ke pos 3, ditepian jalur pendakian kalian bisa melihat bunga Edelweis tumbuh dengan indahnya, untuk sampai ke pos 3 dibutuhkan waktu 30-35 menit.

POS 3 - POS 4 (SABANA 1, 2771 MDPL) | 80 Menit

Tanjakan Pos 3 ke Pos 4

Berikutnya dari Pos 3 ke Pos 4 Sabana 1 membutuhkan waktu 1 jam lebih atau sekitar 80 menit. Jalur dengan kemiringan terjal membuat jantung ketika berada ditengah-tengah sedikit gemetar, tapi tenang semua itu akan tertutupi dengan indahnya bonus pemandangan yang diberikan. Dari sini kalian sudah bisa melihat gunung merapi dari kejauhan. Tanah dengan tekstur licin, padat, berdebu juga menyulitkan di jalur yang disebut jalur penyiksaan kalo aku katakan. Disini aku ingin menekankan gunakan sepatu "gunung" atau juga sepatu trail run, karena rentan bila terpeleset maupun tergelincir akan sangat berbahaya dan beresiko besar.

POS 4 SABANA 1 - POS 5 (SABANA 2, 2856 MDPL) | 40 Menit

Pos 4 (Sabana 1)

Selepas dari Sabana 1 kalian bisa berbangga hati, karena sudah bisa merasakan dekatnya puncak Gunung Merbabu. Di Sabana 1 ini kalian dapat mendirikan tenda jika sudah terlalu lelah dan ngak kuat lagi untuk melakukan pendakian ke Sabana 2. Waktu yang dibutuhkan sekitar 35-40 menit, sepanjang jalan pemandangan indah dengan vegetasi yang terbuka akan menemani hingga sampai kepuncak. Jalur pendakian hampir sama modelnya dengan sebelumnya dari pos ke 3 ke Sabana 1, perjalan menaiki dan menuruni bukit suhu disini semakin gelap akan semakin dingin jadi siapkan pakaian yang tebal.

POS 5 SABANA 2 - PUNCAK GUNUNG MERBABU ( PUNCAK TRIANGULASI, 3142 MDPL, PUNCAK KENTENGSONGO, 3139 MDPL, PUNCAK SYARIF) | 80 Menit

Pos 5 (Sabana 2)



Sunrise di Puncak Triangulasi (3142 mdpl)


Akhirnya setelah pendakian yang melelahkan sampailah di puncak Gunung Merbabu yang di idam-idamkan. Puncak Gunung Merbabu ada tiga dengan beragam ketinggiannya yang pertama Puncak Triangulasi 3142 mdpl, kedua puncak Kentengsongo 3139 mdpl. dan ketiga Puncak Syarif. Biasanya orang-orang hanya akan ke puncak Triangulasi atau Kentengsongo saja. Untuk tracknya masih tetap sama dengan track sebelumnya hanya ini lebih tinggi dan licin, kemiringannya juga lebih terjal jadi kalo yang summit dini hari mesti lihat tumpuan kaki dengan tepat. Bila dari Sabana 2 summit attack ke puncak aku saranin jam 03:30 aja, jadi ketika di puncak kalian bisa menikmati indahnya sunrise diatas puncak yang begitu indah. Gunung-gunung tinggi lainnya bisa dilihat dari puncak, seperti Merapi, Sumbing, Sindoro, Lawu, Prau, Andong, Ungaran dan gunung kecil-kecil lainnya.




Jalur Pendakian Sabana 2 - Puncak Gunung Merbabu

Itulah ringkasan perjalanan yang aku alami buddies, estimasi waktu untuk sampai ke puncak sebenarnya beragam tergantung lagi dengan kemampuan masing-masing orangnya. Aku kemarin sekitar 7 jam sudah bisa sampai puncak, jadi pengen kasih saran boleh ngak nihhhh??? boleh kak. Oke, nih sarannya buat persiapan yang matang terutama latihan fisik cardio yang sering terutama turun naik tangga lebih efektif ketimbang lari di kontur yang datar. Kemudian logistik yang memadai agar tidak kekurangan, lalu perlengkapan yang optimal dari atribut juga sepatu yang digunakan. Sangat riskan sekali bila kalian salah menggunakan atribut. Itu aja yaaa selebihnya biar kalian merasakan sendiri biar lebih reallllll ok ok ok.

Total waktu pendakian Gunung Merbabu VIA SELO LAMA :
Basecamp - Pos Bayangan 1 = 60 Menit
Pos Bayangan 1 - Pos 1 = 30 Menit
Pos 1 - Pos Kota Simpang Macan = 40 Menit
Pos Kota Simpang Macan - Pos 2 = 50 Menit
Pos 2 - Pos 3 = 40 Menit
Pos 3 - Sabana 1 = 80 Menit
Sabana 1 - Sabana 2 = 40 Menit
Sabana 2 - Puncak Merbabu = 80 Menit

Total : 7 Jam

Jangan takut mendaki gunung merbabu, niat yang baik diiringi doa sebelum melakukan pendakian, jaga sikap, perilaku dan persiapan yang matang akan sangat bermanfaat selama melakukan perjalanan hingga puncak sampai kembali ke basecamp juga lohhh.
Jadi udah ada gambarankan sekarang ngimana gunung merbabu, kalahkan rasa penasaran, taklukan hingga kalian dapatkan jawabannya. Ehhhh udah ah sekian ya sampai ketemu lagi di cerita berikutnya.

See y, Cheers!